fa

Selasa, 05 April 2011

Macam-macam akhlakul karima

Akhlakul Karimah
Lambang Kematangan Iman
اقًل
ُخُ مْ ه
ُن
ُسَ حْ أ
َ
ِل ىَ إ
ِ
ِل د
َاب
َعِ ّحَأ
َ
"Hamba-hamba Allah yang paling dicintai-Nya adalah yang paling baik
akhlaknya di antara mereka" (Shahih Al Jami’: 179)
Akhlak adalah bentuk jama dari yang berarti budi pekerti, perangai,
tingkah laku, atau tabi’at. Berakar dari kata khalaqa yang berarti
menciptakan. Kata-kata akhlak seakar dengan katakhaliq (pencipta),
makhluq (yang diciptakan) dan khalaq(penciptaa n).
Abdul Karim Zaidan mendefinisikan akhlak sebagai berikt ;“Akhlak
adalah nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengansorotan dan timbangannya, seseorang dapat menilai perbuatannya baik atauburuk, untuk kemudian memilih melakukanatau meninggalkannya.”
Dapat disimpulkan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwamanusia, akan muncul secara spontan ketika diperlukan, tanpa pemikiranatau pertimbangan dan tidak memerlukan dorongan dari luar. DalamM u’ja m
Al Wasithdisebutkan; Min ghairi hajah ila fikr wa ru’yah(tanpa
membutuhkan pemikiran dan pertimbangan).
Muhammad Abdullah Draz dalam bukunya Dustur Al Akhlak fil Islammembagi ruang lingkup akhlak kepada lima bagian, yaitu : Akhlak peribadi(Al Akhlak Al Fardhiyah), Akhlak Berkeluarga (Al Akhlak Al Usairiyah), AkhlakBermasyarakat (Al Akhlak Al Ijtima’iyah), 4.Akhlak Bernegara (Al Akhlak Ad
Daulah), Akhlak Beragama (Al Akhlak Ad Diniyah).1
Akhlakul karimah sangatlah tinggi kedudukannya dalam penilaian Islam.Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam diutus untuk menyempurnakanakhlak manusia. Rasulullah selalu menakar baik buruknya akhlak seseorangsebagai ukuran kualitas imannya. Makaakhlak Islami paling kurang jugamemiliki lima ciri-ciri khas yaitu:
1. Akhlak Rabbani
Akhlak Islam bersumber dari wahyu Ilahi yang termasuk dalam AlQuran dan Sunnah. Dalam Al Quran terdapat lebih 1.500 ayat yangmengandung ajaran akhlak, baik dalam teori atau praktik. Begitu pula dalamhadits-hadits Nabi, amat banyak memberi pedoman tentang akhlak. SifatRabbani dari akhlak bertujuan memperoleh kebahagiaan di dunia sekarang
1 Dikuatkan oleh Drs. Yunhar Ilyas, Lc., MA. dalam bukunya “Kuliah Akhlak”.
dan di akhirat nanti.
Ciri Rabbani dalam akhlak Islam bukanlah moral yang tradisional dansituasional, tetapi akhlak yang benar-benar memiliki nilai mutlak. AkhlakRabbani mampu menghindari kekacauan nilai moralitas dalam kehidupanmanusia.
Al Quran mengajarkan, « Inilah jalan-Ku yang lurus, hendaklah kamu
mengikutinya, jangn kamu ikuti jalan-jalan lain, sehingga kamu berceraiberai dari jalan-Nya. Demikian yang diperintahkan kepadamu, agar kamubertaqwa. » (Q.S. Al An’am: 153)
2. Akhlak Manusiawi
Akhlak Islam memenuhi tuntutan fitrah manusia. Kerinduan jiwamanusia kepada kebaikan akan terpenuhi dengan mengikuti ajaran akhlakdalam Islam. Ajaran akhlak dalam Islam diperuntukkan bagi manusia yangmerindukan kebahagiaan dalam arti hakiki bukan kebahagiaan yangsementara. Akhlak Islam adalah akhlak yang benar-benar memeliharaeksistensi manusia sebagai makhluk terhormat, sesuai dengan fitrahnya.
3. Akhlak Menyeluruh (Universal)
Akhlak dalam Islam sesuai dengan kemanusiaan secara meluas(universal), mencakup segala aspek hidup manusia, baik yang dimensinyavertikal maupun horizontal. Sebagai contoh Al Quran menyebutkan sepuluh
macam keburukan yang wajib dijauhi oleh setia orang.
a. Dilarang menyekutukan Allah,
b. Dilarang durhaka kepada orang tua,
c.Dilarang membunuh anak karena takut miskin,
d.
Dilarang berbuat keji baik secara terbuka maupun secara
tersembunyi,
e. Dilarang membunuh orang tanpa alasan yang sah,
f. Dilarang makan harta anak yatim,
g. Dilarang mengurangi takaran dan timbangan,
h.
Dilarang membebani orang lain kewajiban yang melampaui
kekuatannya,
i. Dilarang melakukan persaksian tidak adil,
j. Dilarang mengkhianati janji dengan Allah.
4. Akhlak yang sangat seimbang
Akhlak dalam Islam berada di tengah antara yang khayalan manusiasebagai malaikat yang semata bertumpu kepada segi kebaikan saja tanpadorongan nafsu dengan sifat-sifat hewaniyah yang menitik beratkan sifatkeburukannya saja. Manusia menurut pandangan Islam memiliki duakekuatan dalam dirinya Kekuatan baik pada hati nurani dan akalnya.Kekuatan buruk pada hawa nafsunya. Manusia memilikinaluri hewaniyahdan juga ruhiyah malaikat. Manusia memiliki unsur rohani dan jasmani yangdilayani secara amat seimbang.
Manusia hidup tidak hanya di dunia kini, tetapi akan berlanjut dengankehidupan akhirat. Hidup di dunia merupakan ladang bagi akhirat. AkhlakIslam memenuhi tuntutan kebutuhan manusia, jasmani dan rohani. Secaraseimbang pula menuntun hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Bahkanmemenuhi kebutuhan peribadi harus seimbang memenuhi kewajibanterhadap masyarakat.
5. Akhlak dalam kehidupan nyata
Akhlak Islam memperhatikan kenyataan hidup manusia. Meskipunmanusia dinyatakan sebagai makhluk yang memiliki kelebihan di bandingdengan makhluk-makhluk yang lain, tetapi manusia mempunyai kelemahan.Manusia mempunyai kecenderungan manusiawi dan berbagai macamkebutuhan materialdan spritual. Kelemahan-kelemahan manusia itu sangatmemungkinkan bagi manusia melakukan kesalahan-kesalahan danpelanggaran. Oleh sebab itu Islam memberikan kesempatan kepada manusiayang melakukan kesalahan untuk memperbaiki diri dengan bertaubat danberistighfar. Bahkan dalam keadaan terpaksa, Islam membolehkan manusiamelakukan sesuatu yang dalam keadaan biasa tidak dibenarkan.
Ketika umat Islam melakukan panduan akhlak sesuai dengan bimbinganAlquran dan Sunnah Rasulullah Shallalahu alaihi wa Sallam, maka tampaklahperilaku umat itu aneh dan ganjil sekali.
Wallahu alamu bis-shawaab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar